JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut China masih menjadi pangsa ekspor nonmigas terbesar Indonesia. Ekspor pada Februari 2020 sebesar USD13,94 miliar. Kontribusi terbesar dari ekspor di Februari berasal dari sektor non migas dengan angka mencapai USD13,12 miliar.
Sementara itu, Ekspor nonmigas menyumbang 94,08% dari total ekspor Januari-Februari 2020.
Baca juga: Perdana, RI Ekspor Larva Kering ke Inggris
“Kalau kita lihat pangsa ekspor nonmigas menurut negara, China masih mendominasi pangsa ekspor nonmigas kita,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti dalam konferensi, Jakarta, Senin (16/3/2020).
Untuk negara ASEAN sendiri total ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD5,97 miliar dengan pangsa ekspor 23,01%. Adapun negara Uni Eropa ekspor nonmigas mencapai USD2,22 miliar dengan pangsa ekspor 8,54%.
Baca juga: Prioritaskan Dalam Negeri, Mendag Minta Produsen Tak Ekspor Masker
Berikut adalah pangsa ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Februari 2020:
China dengan nilai ekspor USD3,98 miliar dan pangsa ekspornya 15,33%
Amerika Serikat dengan nilai ekspor USD3,26 miliar dan pangsa ekspornya 12,58%
Jepang dengan nilai ekspor USD2,28 miliar dan pangsa ekspornya 8,79%
India dengan nilai ekspor USD2 miliar dan pangsa ekspornya 7,72%
Singapura dengan nilai ekspor USD1,81 miliar dan pangsa ekspornya 6,99%
Malaysia dengan nilai ekspor USD1,12 miliar dan pangsa ekspornya 4,33%
Korea Selatan dengan nilai ekspor USD940 juta dan pangsa ekspornya 3,61%
Thailand dengan nilai ekspor USD890 juta dan pangsa ekspornya 3,43%
Taiwan dengan nilai ekspor USD560 juta dan pangsa ekspornya 2,15%
Belanda dengan nilai ekspor USD500 juta dan pangsa ekspornya 1,19%
Australia dengan nilai ekspor USD330 juta dan pangsa ekspornya 1,29%
Italia dengan nilai ekspor USD330 juta dan pangsa ekspornya 1,27%
(Kurniasih Miftakhul Jannah)