NEW YORK - Harga minyak balik menguat (rebound) karena pasar mencoba untuk pulih dari penurunan besar-besaran di sesi sebelumnya.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April melonjak USD4,85 atau 23,8% menjadi USD25,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD3,59 atau 14,4% menjadi ditutup pada USD28,47 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok karena Kekhawatiran Turunnya Permintaan Bahan Bakar
Sebelumnya, minyak mentah WTI pada Rabu 18 Maret 2020 anjlok 24,4% menjadi USD20,37 per barel, menandai level terendah sejak 20 Februari 2002. Menurut Dow Jones Market Data, minyak mentah Brent turun 13,4% menjadi USD24,88 per barel, dengan harga berakhir pada level terendah sejak Mei 2003.
Volatilitas pasar kemungkinan akan berlanjut karena permintaan yang lebih lemah terkait dengan dampak corona virus dan ketakutan perang harga masih ada.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Manfaatkan Momentum Penurunan Harga Minyak ke Perekonomian RI
"Dalam jangka pendek, permintaan minyak global akan turun jauh lebih cepat karena penguncian di semakin banyak negara di dunia," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch, dilansir dari Xinhua, Jumat (20/3/2020).
Kelebihan pasokan besar kemungkinan akan menjadi lebih besar pada kuartal kedua karena Arab Saudi, anggota utama OPEC, dan Rusia telah mengumumkan peningkatan signifikan dalam produksi minyak.
Belum lagi pada awal bulan ini, kegagalan untuk mencapai kesepakatan tentang pengurangan produksi minyak antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, telah memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.
(Feby Novalius)