"Kami hanya memiliki dua mesin yang operasional, mesin ketiga sudah rusak, dan hanya ada dua operator yang terlatih."
Steve dan pemerintah akhirnya sepakat untuk meningkatkan produksi dengan menggerahkan 14 anggota militer ke lokasi pabrik tiga minggu lalu.
"Ini sekarang mirip dengan barak militer. Kami memiliki personel militer di sini sekarang dan mereka yang bekerja adalah tentara yang sangat-sangat terlatih, beberapa diantara mereka adalah insinyur listrik. Produksi berjalan dengan baik sekarang ini," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)