JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan wisatawan mancanegara (Wisman) dari China anjloknya. Pada Februari 2020, jumlah wisman asal China yang datang ke Indonesia hanya 11.780 atau hanya 1,33% dari total kunjungan wisman di Februari.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya mengalami penurunan 93,50% dari 181.281 turis. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalami penurunan 94,11% dari 199.960 turis.
"Kalau kita lihat kebangsaan ada penurunan yang curam sekali dari penurunan jumlah wisman Tiongkok," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi, Rabu (1/4/2020).
Baca Juga: Gara-Gara Corona, Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 30,42%
Pada Februari 2020, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman hanya 885,1 ribu. Angka tersebut anjlok 30,42% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, jika dibandingkan bulan sebelumnya wisman asal Papua Nugini juga anjlok sebesar 84,63%. Kemudian ada juga wisman asal Kuait yang anjlok 59,75%.
Baca Juga: Jokowi Minta Kebijakan Perlintasan WNA ke Indonesia Dievaluasi Berkala
Sedangakan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada wisman Hong Kong yang anjlok 93,16%. Lalu disusul Papua Nugini yang angkanya anjlok 78,82%.
Sementara untuk wisman yang mengalami peningkatan tertinggi berasal dari Perancis denan 24,89%, kemudian ada juga Jepang dengan 22,4%. Dan terakhir adalah wisman asal Jerman dengan 14,15% peningkatannya.