JAKARTA - Harga minyak mulai rebound atau mengalami kenaikan dari posisi terendah USD20 per barel minggu ini. Brent menetap di USD34,11 per barel pada perdagangab Jumat waktu setempat.
Namun demikian, kenaikan itu masih sangat jauh dari harga Brent sebelumnya USD66 pada akhir 2019. Demikian dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2020).
Baca Juga: Menanti Kesepakatan Arab Saudi-Rusia, Harga Minyak Meroket
Harga jatuh pada awal Maret setelah Rusia dan Arab Saudi tidak sepakat untuk mengekang output. Saudi mengejutkan industri minyak dengan serangkaian langkah agresif untuk mengambil kembali pangsa pasar yang mencakup pemotongan harga ekspor, meningkatkan produksi dan mencoba untuk menjual minyak lebih murah ke penyuling yang membeli minyak mentah Rusia.
Pasar minyak pun mengalami pukulan lebih berat karena penurunan permintaan akibat pandemi corona virus. Hal ini membuat harga minyak mentah menyentuh level terendah sejak 2002.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Semakin Anjlok di Tengah Pasokan Melimpah
Jatuhnya harga minyak mendorong regulator di negara bagian Texas, AS, untuk mempertimbangkan pengaturan output pertama kalinya dalam hampir 50 tahun.
Produsen global telah mengurangi produksi, karena permintaan bahan bakar turun drastis dan penyimpanan cepat terisi. Seminggu terakhir ini, para pengebor AS menganggur lebih banyak rig dalam satu minggu daripada setiap saat dalam lima tahun terakhir.
“Kami berharap produksi minyak 10 juta barel per hari akan ditutup pada kuartal berikutnya. Jika produsen tidak bisa menjual dan tidak bisa menyimpannya. Maka sebaiknya tidak usah memproduksi minyak,” kata Kepala Penelitian Minyak Mentah IHS Markit Jim Burkhard.
(Feby Novalius)