Fakta Terkini Perkembangan Rupiah, Menguat Berkat Respons Pemerintah terhadap Covid

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 05 April 2020 11:06 WIB
Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar  terhadap Rupiah  dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp16.430 per USD. Penguatan ini diyakini sebagai respons atas stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah dalam memerangi virus corona atau COvid-19.

Mengutip Bloomberg Dollar Index, Jumat (3/4/2020) pukul 17.17 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 65 poin atau 0,39% ke level Rp16.430 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp16.430-Rp16.505 per USD.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkini mengenai pergerakan nilai tukar Rupiah selama sepekan, Minggu (5/4/2020):

1. Perkembangan Rupiah

 BI menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

Pada pagi hari Jumat, 3 April 2020:

1. Rupiah dibuka menguat di level di Rp16.450.

2. Yield SBN 10 tahun naik ke 8,08%.

2. Aliran Modal Asing  Aliran Modal Asing (Minggu I April 2020)

1. Premi Currency Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke 235,64 bps per 2 April 2020 dari

200,11 bps per 27 Maret 2020 dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi global seiring berlanjutnya penyebaran kasus Covid-19

2. Berdasarkan data transaksi 30 Maret – 2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp3,28 triliun dengan net beli di pasar SBN sebesar Rp4,09 triliun, sementara net jual di pasar saham sebesar Rp0,82 triliun.

3. Berdasarkan data setelmen 30 Maret – 2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp0,77 triliun. Selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat net jual Rp143,99 triliun.

3. Upaya BI Jaga stabilitas Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa skenario tersebut pastinya tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya komitmen koordinasi yang erat dari Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia menyatakan tingkat Rupiah saat ini sudah memadai, sebagai gubernur BI saya menyatakan rupiah saat ini sudah memadai," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (1/4/2020)."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya