Selain itu lanjut Dwi, persetujuan pengurusan perizinan dapat memakan waktu lebih lama. tak hanya itu, kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek juga tertunda sehingga menjadi lebih lama.
Selanjutnya, proyek offshore juga terganggu. Mengingat, keterbatasan jumlah personel yang berada di lokasi proyek untuk mengikuti protokol kesehatan dari pemeritnah.
Lalu produktivitas tenaga kerja sedikit menurun. Dan yang terakhir adalah produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah menyusul adanya WFH.
"Tenaga kerja dan engineering (produktivitasnya menurun)," jelas Dwi Soetjipto.
(Dani Jumadil Akhir)