JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2020 saat ini masih aman, terkendali dan produktif. Khusus pemerintah, penarikan utang dilakukan hati-hati dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Tercatat ULN Indonesia pada Februari 2020 mencapai USD407,5 miliar atau sekitar Rp6.316 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.500 per USD. Utang ini terdiri dari sektor publik yakni pemerintah dan bank sentral sebesar USD203,3 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar USD 204,2 miliar.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI di Tengah Pandemi Virus Corona, Begini Faktanya
"Jumlahnya USD407,5 miliar terdiri dari swasta USD204,2 miilar dan pemerintah USD203,3 miliar. Jadi ULN Indonesia masih aman, terkendali dan produktif," ujar dia pada telekonfrensi di Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Menurut dia, pemerintah, perbankan serta swasta melakukan penarikan utang dengan terkendali. Artinya ada proses dan tahapan yang harus dilalui sebelum menarik utang dari luar negeri.