"Kalau kita lacak historisnya, jumlah wisman ini hampir sama dengan posisi 2007. Jumlah wisman itu sudah menunjukkan penurunan tajam sejak Februari. meski pemerintah secara resmi umumkan pandemi Maret 2020, tapi bulan februari sudah terjadi penurunan wisman tajam," jelasnya.
Menurut Suhariyanto, penurunan terjadi di semua pintu masuk utama. Untuk jalur udara, Bandara I Gusti Ngurah Rai terjadi penurunan 56,50% (mtm) dan 64,72% (yoy). Kemudian di Bandara Soetta anjlok 59,83% (mtm) dan 75,42% (yoy).
Demikian juga dengan Bandara Kualanamu turun 48,66% (mtm) dan 65,10% (yoy). Secara keseluruhan, hanya 243,8 ribu wisman saja yang menggunakan transportasi udara
Sedangkan pada jalur laut terjadi penurunan di Pelabuhan Batam 54,27% (mtm) dan 74,74% (yoy). Pelabuhan Tanjung Uban turun 72,97% (mtm) dan 63,47% (yoy).
Serta Pelabuhan Tanjung Balai Karimun turun 51,33% (mtm) dan 67,02% (yoy). Secara keseluruhan, wisman yang melalui jalur laut ini hanya mencapai 107,4 ribu orang saja.