Sementara untuk transportasi darat, terjadi penurunan sebesar 43,80% (mtm) dan 41,82% (yoy) di Atambua. Kemudian untuk jalur Aruk juga terjadi penurunan sebesar 56,69% (mtm) dan 57,81% (yoy).
Sedangkan yang masuk lewat perbatasan Entikong yakni turun sebesar 52,07% (mtm) dan 64,79% (yoy). Secara keseluruhan, wisman yang masuk lewat jalur darat ada sebesar 119,8 ribu.
"Kalau kita lihat menurut bandaranya, penurunan wisman terjadi hampir di semua pintu utama,"" ucapnya.
Sedangkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2020 mencapai rata-rata 32,24% atau turun 20,64 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2019 yang tercatat sebesar 52,88 persen. Selain itu, jika dibanding TPK Februari 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 16,98 poin.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Maret 2020 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2019.
(Fakhri Rezy)