"Kami ingin pelanggan 900 Va non subsidi dan 1.300 Va boleh dihitung saja, mungkin tak gratis namun keringanan juga. Pasalnya rakyat menengah pun sudah berdampak karena Covid-19 ini," ungkap dia.
Sedangkan, Anggota DPR Komisi VII Fraksi PKB Ratna Juwita Sari mempertanyakan, viralnya tagihan listrik masyarakat yang menjadi polemik di media sosial. Di mana, masyarakat berpandangan penggunaan listrik dilakukan sama saja alias standar.
"Di media sosial ternyata banyak berseliweran keluhan pelanggan non subsidi di 900 Va dan 1.300 Va. Mereka berasumsi dengan pemakaian seperti biasa standar maksudnya tagihan mereka abodemen listrik ini menjadi naik," tandas dia.
(Feby Novalius)