JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah menjadi 6,88 juta orang pada Februari 2020. Angka ini naik 60.000 orang 0,06 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Melambat, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 2,97% pada Kuartal I-2020
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 60.000 orang, berbeda dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,99% pada Februari 2020.
"Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49%," kata Suhariyanto, Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Ekonomi RI
Angka pengangguran ini belum dihitung sebelum pandemi virus corona merebak di Indonesia.
Saat ini, jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 0,15%.
Penduduk yang bekerja sebanyak 131,03 juta orang, bertambah 1,67 juta orang dari Februari 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terutama Jasa Pendidikan (0,24%), Konstruksi (0,19%), dan Jasa Kesehatan (0,13%). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada Pertanian (0,42%), Perdagangan (0,29%), dan Jasa Lainnya (0,21%).
Sebanyak 74,04 juta orang (56,50%) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Februari 2019–Februari 2020), persentase pekerja formal meningkat sebesar 0,77%.
Persentase tertinggi pekerja pada Februari 2020 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 69,90%. Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (23,74%) dan pekerja setengah penganggur (6,36%). Dalam setahun terakhir, persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 1,01%, sedangkan persentase pekerja paruh waktu meningkat sebesar 1,07%.
(Dani Jumadil Akhir)