JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan masih ada masyarakat yang mudik. Khususnya mereka yang berada di daerah-daerah atau yang biasa disebut dengan fenomena mudik lokal.
GM Representative Office 3 Jasamarga Transjawa Tollroad Hendri Taufik mengatakan, fenomena mudik loka ini umumnya terjadi di daerah-daerah. Misalnya saja di Surabaya yang diperkirakan akan ada 150.000 kendaraan yang bakal mudik.
Baca juga: Begini Petunjuk Operasional Moda Transportasi di Tengah Larangan Mudik
150.000 itu rata-rata akan meniggalkan kota Surabaya menuju daerah di sekitarnya seperti Malang. Fenomena mudik lokal ini diperkirakan akan terjadi pada H-7 Lebaran hingga H+1 Lebaran.
"Berdasarkan analisa yang kami buat, pergerakan lalu lintas kendaraan mudik dan balik wilayah timur punya karakteristik sendiri. Jadi pergerakannya didominasi pergerakan mudik lokal," ujarnya dalam telekonferensi dikutip Rabu (13/5/2020).
Baca juga: Mudik Tetap Dilarang, Ini Cara Refund Tiket Pesawat
Berbeda dengan arus mudik, arus balik lebaran akan terjadi pada H+7 lebaran. Ada sekitar 161.015 kendaraan yang bakal melalui sejumlah Gerbang Tol (GT) seperti GT Gempol, atau GT Kejapanan Utama.
"Kami prediksi Lebaran 2020 ada sekitar 149 ribu kendaraan mudik lokal dari Surabaya ke selatan dan timur. 58% ke arah Malang," ucapnya
Sementara itu, secara keseluruhan, Jasa Marga memprediksi adanya penurunan arus lalu lintas selama Lebaran. Diperkirakan volume lalu lintas saat Lebaran turun 62,5%.
Penurunan ini dihitung berdasarkan volume lalu lintas pada saat wabah Corona. Selain itu, penghitungan ini juga dimulai sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)