JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ekspor Indonesia tercatat sebesar USD12,19 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD14,07 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan, namun ada beberapa ekspor barang yang justru mengalami kenaikan. Misalnya saja ekspor non migas dengan golongan barang HS dua digit nilai ekspor logam mulia, perhiasan atau permata dengan angka ekspor USD92,9 juta.
"Berdasarkan HS dua digit yang meningkat cukup besar adalah logam mulia, perhiasan/permata pada April masih alami peningkatan ekspor USD92,9 juta atau naik 11,03% ditujukan ke Singapura, Swiss dan Hong Kong," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (15/5/2020).
Baca Juga: Menko Luhut: RI Siap Tampung Relokasi Pabrik China dari AS
Kemudian golongan lainnya yang mengalami peningkatan adalah jenis barang HS 47 yakni pulp dari kayu dengan angka USD50,9 juta. Kelompok barang ini mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan Maret 2020