Menteri Basuki Soroti Kualitas Konstruksi Tol Layang AP Pettarani Makassar

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 18 Mei 2020 10:54 WIB
Jalan Tol Layang (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Share :

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memantau pembangunan Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 atau dikenal dengan Jalan Tol Layang Andi Pangeran (AP) Pettarani Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Konstruksi jalan tol layang pertama di Indonesia Timur ini sudah memasuki tahap akhir, yakni pemasangan span terakhir pekerjaan erection box girder (balok jembatan). Progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai 85%.

Selain berkontribusi mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Makassar, kehadiran Tol Layang Jalan AP Pettarani akan mendukung jalur logistik yang menghubungkan pusat Kota Makassar dengan Pelabuhan Petikemas Soekarno Hatta Makassar dan Bandara Sultan Hassanudin. Pembangunan Tol Layang AP Pettarani tetap memperhatikan keserasian arsitektur bangunan dan landscape sekitarnya, sehingga bisa menjadi ikon baru di Kota Makassar.

Baca Juga: Bangun Jalan Tol Layang Pertama di Makassar, Menteri Basuki: Mengurangi Kemacetan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam pembangunan tol layang sepanjang 4,3 Km tersebut.

"Saya sangat menghargai sekali apa yang disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan. Kita bisa bekerjasama lebih erat karena Pemerintah Pusat datang mendukung inisiatif Pemerintah Daerah, bukan sebaliknya. Kalau kami berada di depan, Bapak-bapak di daerah hanya akan menjadi peserta," kata Menteri Basuki dilansir dari laman Kementerian PUPR, Senin (18/5/2020).

Baca Juga: Menteri Basuki: Pembangunan Tol Pettarani Harus Dikerjakan Siang Malam!

Apresiasi juga disampaikan Menteri Basuki kepada kontraktor pelaksana atas inovasi metode konstruksi pembangunan jalan tol layang dengan menggunakan metode Span-by-Span dengan Launcher Gantry yang terbukti dapat mempercepat pelaksanaan konstruksi, meminimalkan gangguan lalu-lintas jalan arteri yang sangat padat tanpa kecelakaan konstruksi, serta meningkatkan mutu pelaksanaan konstruksi.

"Saya ingin sampaikan apresiasi untuk sekecil apapun inovasi dalam pembangunan jalan layang ini. Saya memberikan tantangan untuk berbagai inovasi yang bisa dibanggakan dan saya akan berikan hadiah satu bulan DOM (Dana Operasi Menteri) kepada inovator tersebut," kata Menteri Basuki.

Sebelumnya, Menteri Basuki juga pernah mengapresiasi satu bulan DOM kepada insinyur alumni ITB, Arvilla Delitriana, yang mendesain konstruksi jembatan lengkung bentang panjang 148 meter Kereta Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek) beberapa waktu lalu.

Menteri Basuki berpesan pembangunan konstruksi Tol Layang AP Pettarani harus baik dan berkualitas, sehingga memberikan kenyamanan kepada pengguna tol.

"Pemakaian Lead Rubber Bearing (LRB) dan Modular Expansion Joint harus dapat mengakomodasi gempa dengan periode ulang 1000 tahun. Saya berharap betul bahwa tol ini kualitasnya lebih baik dari Jakarta-Cikampek yang awalnya kurang nyaman karena kualitas konstruksi sambungannya," tutur Menteri Basuki.

Proyek Tol Layang AP Pettarani dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 2,24 triliun. Konstruksi jalan tol layang terdiri dari 74 pier pada jalan utama, 55 pier pada ramp dengan jumlah box girder sebanyak 2.752 box dan 78 PCU girder. Pembangunannya telah mulai dilaksanakan sejak April 2018.

Jalan tol layang dibangun di atas Jalan Nasional AP Pettarani sehingga bisa berjalan lebih cepat tanpa pembebasan lahan. Ruas ini akan melengkapi ruas tol eksisting pada Seksi I, II dan IV yang akan beroperasi dengan sistem terbuka sepanjang 10,4 Km dengan jumlah lajur jalan 2 x 2, lebar 3,50 meter, dan memiliki dua on-off ramp yaitu di Boulevard dan Alauddin.

"Dengan progres saat ini 85%, saya berharap, konstruksi dapat selesai tepat waktu dan tol layang dapat dioperasikan pada bulan September 2020," kata Menteri Basuki.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya