JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan kuartal I-2020 menurun. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan impor sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik.
Defisit transaksi berjalan sebesar USD3,9 miliar atau sebesar 1,4% dari PDB. Jauh lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai USD8,1 miliar atau 2,8% dari PDB.
Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan Akan Menurun di Bawah 2% pada 2020
"Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, disertai dengan penurunan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/4/2020).
Perbaikan surplus neraca perdagangan barang disebabkan oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia. Defisit neraca jasa juga membaik dipengaruhi oleh penurunan defisit jasa transportasi sejalan dengan penurunan impor barang, di tengah penurunan surplus jasa travel akibat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.