"Kita melihat posibility penurunan dari gerak ekonomi yang berarti kemampuan kita untuk men-collect pajak itu berkurang," ucapnya.
Sementara untuk belanja negara, realisasinya sudah mencapai Rp624 triliun atau 23,9%n dari target Rp2.613,8 triliun. Belanja negara mengalami tumbuh negatif 1,4% karena realokasi dan refocusing anggaran oleh pemerintah.
"Karena memang ketika kita langsung ada realokasi anggaran, belanja barang dan belanja perjalanan dinas langsung berhenti semua. Sementara belanja pegawai masih bisa berjalan," jelas Suahasil.
(Feby Novalius)