Serapan Anggaran Kemenhub 2020 Capai 95,5%, Ini Rinciannya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350651 serapan-anggaran-kemenhub-2020-capai-95-5-ini-rinciannya-mefQS1wA7s.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat serapan anggaran tahun 2020 mencapai Rp34,72 triliun. Angka tersebut setara 95,58% dari pagu anggaran Rp36,32 triliun.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, serapan tersebut menjadi yang paling besar dari realisasi anggaran tahun-tahun sebelumnya. Di mana, realisasi anggaran kementerian tidak pernah menyentuh angka 90%.

Baca Juga: Menhub Ikhlas Sri Mulyani 'Sunat' Anggaran Kemenhub Rp12,4 Triliun

"Alhamdulillah apa yang menjadi prognosa dari kita semua, kita memang ingin 96%, hanya kurang sedikit, hanya mencapai 95,58%. Ini adalah kenaikan dari sebelumnya yang tidak pernah 90%," ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR Senin (24/1/2021).

Adapun realisasi anggaran tersebut dialokasikan pada belanja pegawai yang terserap 97,4%, belanja barang 97%, dan belanja modal 94,3%.

Dalam kesempatan itu, dia mengutarakan bahwa pagu anggaran 2020 yang ditetapkan Kementerian Keuangan mencapai Rp43,1 triliun. Meski begitu, adanya efisiensi hingga adanya pengurangan. Di mana, adanya pemotongan senilai Rp11,4 triliun.

Rinciannya, penghematan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 senilai Rp10,439 triliun dan Perpres Nomor 72 Tahun 2020 sebanyak Rp974,56 miliar.

Pada kesempatan itu, Budi juga membeberkan adanya pemangkasan pagu anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2021 sebesar Rp12,44 triliun. Pemotongan itu berdasarkan Surat Menteri Keuangan nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021.

Dalam beleid itu dijelaskan bahwa pemotongan anggaran kementerian dan lembaga karena adanya refocusing anggaran untuk pembelian vaksin dan kegiatan-kegiatan sosial bagi masyarakat menengah bawah. Sebelumnya, pagu anggaran Kemenhub ditetapkan senilai Rp45,6 triliun. Namun anggaran itu dipotong Rp12,4 triliun sehingga dana operasional tahun ini menjadi Rp33,2 triliun.

"Surat Menkeu nomor 30 2021 ini, dinyatakan karena kebutuhan-kebutuhan pemerintah untuk pembelian vaksin dan kegiatan-kegiatan sosial bagi masyarakat bawah, maka Kemenhub diadakan penghematan atau refocusing sebanyak 12,4 triliun sehingga dari Rp45,6 triliun menjadi Rp33,2 triliun," kata Budi.

Keputusan refocusing dan realokasi anggaran dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kemenkeu. Di mana, sumber penghematan berasal dari rupiah murni, lalu jenis belanja yang dapat dilakukan penghematan adalah belanja barang dan belanja modal.

Untuk Kemenhub, penghematan difokuskan pada belanja honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, bantuan kepada masyarakat, atau Pemerintah Daerah (Pemda) yang bukan merupakan arahan Presiden, dana pembangunan kantor, pengadaan kendaraan dan peralatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini