Pendapatan Negara Anjlok, Sri Mulyani: Ini Kemerosotan yang Dalam

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351732 pendapatan-negara-anjlok-sri-mulyani-ini-kemerosotan-yang-dalam-o9lnFqKQM6.png Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara tahun 2020 anjlok hingga 16,7%. Rinciannya realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2020 sebesar Rp1.633,6 triliun atau 96,1% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp1.699,9 triliun atau terkontraksi 16,7% (yoy) dibandingkan 2019 sebesar Rp1.960,6 triliun.

"Pendapatan negara ini tentu kemerosotan lebih dalam," ujar Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu (27/1/2021).

Kata dia, pendapatan negara turun karena penerimaan pajak terkontraksi hingga 19,7% (yoy) yaitu Rp1.070 triliun atau 89,3% dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 Rp1.198,8 triliun.

Baca Juga: Ada 13 Klaster Tambak Udang, Menteri Trenggono: Tambah Pendapatan Negara 

Pertumbuhan minus pada penerimaan pajak terjadi karena seluruh realisasi komponennya mengalami kontraksi yakni PPh migas Rp33,2 triliun atau 104,1% dari target Rp31,9 triliun dan turun hingga 43,9% dibanding periode sama tahun lalu Rp59,2 triliun.

Sementara, untuk penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi Rp212,8 triliun atau 103,5% dari target Rp205,7 triliun namun masih terkontraksi 0,3% (yoy) dibanding periode sama 2019 yakni Rp213,5 triliun.

Pertumbuhan negatif pada penerimaan kepabeanan dan cukai terjadi karena pajak perdagangan internasional tumbuh minus 11,1% yaitu Rp36,5 triliun dibanding Rp41,1 triliun pada 2019 namun telah mencakup 108,9 persen dari target Rp33,5 triliun

"Ini dikarenakan penurunan kegiatan perekonomian dan harga komoditas di tahun 2020," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini