JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan ketat atau new normal. Salah satunya adalah akan membuka pusat perbelanjaan seperti Mal yang direncanakan buka mulai 5 Juni mendatang.
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan, pemerintah harus melakukan kajian yang mendalam sebelum membuka kembali pusat perbelanjaan seperti Mal. Meskipun saat membuka Mal, nantinya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Persiapan Pembukaan Restoran di Mal, Ternyata Sudah Diantisipasi Sejak Awal PSBB
"Ini (harus) ditanyakan ke ahli public health, apakah Jabodetabek sudah penuhi syarat dan aman buat buka Mal (dengan prosedur social distancing)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (30/5/2020).
Menurut Berly, pemerintah harus menunggu terlebih dahulu sampai pandemi virus Corona ini menunjukkan kurva penyebaran yang menurun. Misalnya negara seperti Korea Selatan, Malaysia hingga Vietnam yang kembali membuka ekonominya karena kurva penyebaran yang sudah mulai mereda.
Baca juga: Suhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Celcius Dilarang Masuk Mal
"Solusinya adalah ikuti ahli public health. Kalau pandemic sudah reda (seperti di Korea Selatan, Malaysia dan Vietnam) maka ekonomi bisa jalan lagi. Jangan ke balik," jelasnya.
Bahkan, negara seperti Amerika Serikat pun belum berani membuka kegiatan sosial ekonominya. Sebab, berdasarkan arahan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, ekonomi bisa dibuka setelah dalam kurun waktu 14 hari kasus positif dan kematian karena covid-19 menurun atau bahkan 0.