SEMARANG - Pedagang selongsong ketupat banyak merugi karena sepinya pembeli di pasar-pasar tradisional kota Semarang Jawa Tengah. Mereka pun mengobral barang dagangannya hingga Rp5 ribu per ikat, agar tak kian merugi.
Tujuh hari pasca-Lebaran Idul Fitri, masyarakat Jawa memiliki tradisi merayakan Lebaran Ketupat. Untuk itulah banyak warga yang menjadi pedagang selongsong ketupat dadakan, di pasar-pasar tradisional Kota Semarang.
Baca juga: Terlanjur Beli Tiket Pesawat Tapi Tak Punya SIKM, Bos Garuda: Bisa Refund dan Reschedule
Di antaranya di Pasar Jatingaleh Semarang. Terdapat sejumlah pedagang selongsong ketupat yang menempati beberapa bagian pasar mulai, di lapak-lapak, los, hingga menumpang halaman parkir. Mremo atau berdagang dadakan, yang dilakukan tiap tahun untuk.