Terdampak Virus Corona, Industri Tembakau Minta Ini ke Sri Mulyani

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 01 Juni 2020 13:23 WIB
Rokok (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

“Wacana tersebut sangat tidak masuk akal, karena tidak memiliki urgensi dan relevansi dalam penanganan Covid-19,” jelas Azami.

Belum lagi lanjut Azami, ada agenda perluasan gambar peringatan di bungkus rokok yang sudah sejak lama digaungkan. Adanya gambar seram sebesar 40% di bungkus rokok sekarang ini merupakan hasil pekerjaan kelompok anti rokok. Kini, mereka mendompleng isu Covid-19 untuk mendorong perluasan gambar peringatan menjadi sebesar 90%.

"Sejauh ini strategi perluasan gambar peringatan di bungkus rokok sama sekali tidak terbukti mengurangi pravelensi perokok di Indonesia. Jika strategi ini tidak berhasil kenapa masih terus didorong?," ucap Azami

Adanya kampanye ini juga membuat industri tembakau mulai terganggu. Hal tersebut ditandai dengan adanya penurunan jumlah pabrik rokok di Indonesia. Merujuk data Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI),terdapat penurunan jumlah pabrik rokok yang aktif berproduksi. Pabrikan rokok di Indonesia yang memiliki izin sebanyak 600 pabrik, namun hanya 100 pabrik yang masih aktif berproduksi setiap harinya.

“Maka tak heran jika banyak pabrikan rokok kecil yang gulung tikar. Padahal pabrik rokok kecil ini mempunyai manfaat yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya