Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembatasan Nikotin dan Tar Berpotensi Tekan Ekonomi Daerah Penghasil Tembakau

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |13:01 WIB
Pembatasan Nikotin dan Tar Berpotensi Tekan Ekonomi Daerah Penghasil Tembakau
Pembatasan Nikotin dan Tar Berpotensi Tekan Ekonomi Daerah Penghasil Tembakau (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Wacana kebijakan pembatasan kadar nikotin dan tar yang diusulkan oleh pemerintah pusat pada produk tembakau dapat memberikan tekanan bagi stabilitas ekonomi di daerah penghasil tembakau, termasuk Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Hingga saat ini, tembakau merupakan komoditas strategis yang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat serta sektor padat karya penting di wilayah Situbondo. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia I Ketut Budhyman mengatakan, cengkih merupakan komponen utama yang memberikan kekhasan pada produk tembakau Indonesia. Diketahui, keberadaan cengkih dalam produk kretek turut memengaruhi kadar nikotin dan tar.

Sementara, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, wacana pembatasan kadar nikotin dan tar hingga kini memang belum diberlakukan secara resmi. Namun, pemerintah daerah sudah mulai memetakan potensi risiko yang mungkin muncul jika wacana kebijakan ini diimplementasikan.

Dia menyampaikan kekhawatiran utama terletak pada potensi ketidaksesuaian antara karakteristik produksi tembakau petani lokal dengan standar baru yang ditetapkan oleh industri akibat regulasi tersebut. Jika standar industri berubah drastis mengikuti batasan kadar nikotin dan tar yang ketat, serapan tembakau lokal berisiko menurun dan berdampak langsung pada jatuhnya harga di tingkat petani.
 
"Secara potensi, wacana kebijakan ini bisa memunculkan ketidaksesuaian (mismatch) antara produksi petani dan kebutuhan industri," ujarnya. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement