IMF Sebut Data Ekonomi Tak Akurat akibat Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis
Senin 01 Juni 2020 15:25 WIB
Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTAIMF menyebut data perekonomian menjadi tak akurat karena pandemi covid-19. Padahal, data ekonomi yang akurat dibutuhkan untuk menentukan keputusan dan kebijakan selama krisis.

“Pandemi covid-19 telah mengganggu produksi banyak statistik utama,” tulis laporan IMF dilansir dari CNBC, Senin (1/6/2020).

Virus corona yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali muncul di kota Wuhan di China Desember lalu. Sejak itu, covid telah menginfeksi sekitar 5,8 juta orang dan membunuh lebih dari 360.000orang di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca Juga: IMF Ramal Perbankan Sulit Dapat Keuntungan hingga 2025

"Tanpa data yang dapat diandalkan, pembuat kebijakan tidak dapat menilai seberapa parah pandemi ini berdampak pada ekonomi, dan mereka juga tidak dapat memantau pemulihan dengan tepat,” tulis IMF.

Salah satu rintangan penting dalam menghasilkan statistik ekonomi yang andal dan tepat waktu selama pandemi adalah kebijakan lockdown yang membuat staf kantor statistik nasional bekerja di rumah, kata IMF.

Baca Juga: Masuki Era New Normal, Gubernur Jakarta: Masyarakat Harus Disiplin

“Misalnya, perhitungan harga eceran sering kali memerlukan kunjungan fisik ke toko-toko tetapi saat ini tidak memungkinkan di banyak negara,” jelas IMF.

"Demikian pula, mensurvei bisnis tentang rencana produksi dan investasi mereka sulit karena banyak yang telah ditutup sementara atau tidak punya sumber daya untuk menanggapi kuesioner statistik," tambahnya.

Gangguan semacam itu akan menyebabkan data harga dan produksi - yang penting untuk kebijakan moneter dan keputusan stimulus fiskal - ditunda atau diperkirakan berdasarkan informasi parsial, menurut IMF.

Pandemi yang sedang berlangsung juga menyoroti pentingnya data yang sering diperbarui yang memungkinkan para pembuat kebijakan untuk membuat "keputusan terbaik," kata dana itu. Banyak statistik resmi tradisional "tidak cukup terkini untuk berguna pada saat ini," tambahnya.

Dibutuhkan alternatif yang inovatif

IMF mengatakan ada cara untuk mengatasi tantangan itu, termasuk menggunakan sumber informasi alternatif. Misalnya, harga eceran yang hilang karena penutupan toko dapat diganti dengan harga online, jelasnya. Disebutkan bahwa beberapa negara telah memulai beberapa upaya ini.

"Gangguan data yang signifikan karena pandemi Covid-19 membutuhkan metode pengumpulan data dan sumber data yang inovatif," kata IMF.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya