Gangguan semacam itu akan menyebabkan data harga dan produksi - yang penting untuk kebijakan moneter dan keputusan stimulus fiskal - ditunda atau diperkirakan berdasarkan informasi parsial, menurut IMF.
Pandemi yang sedang berlangsung juga menyoroti pentingnya data yang sering diperbarui yang memungkinkan para pembuat kebijakan untuk membuat "keputusan terbaik," kata dana itu. Banyak statistik resmi tradisional "tidak cukup terkini untuk berguna pada saat ini," tambahnya.
Dibutuhkan alternatif yang inovatif
IMF mengatakan ada cara untuk mengatasi tantangan itu, termasuk menggunakan sumber informasi alternatif. Misalnya, harga eceran yang hilang karena penutupan toko dapat diganti dengan harga online, jelasnya. Disebutkan bahwa beberapa negara telah memulai beberapa upaya ini.
"Gangguan data yang signifikan karena pandemi Covid-19 membutuhkan metode pengumpulan data dan sumber data yang inovatif," kata IMF.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)