JAKARTA - Di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, sejumlah proyek strategis nasional mencapai target kerja yang ditentukan..
Satu di antara proyek strategis nasional yang saat ini mampu mencapai target yang ditentukan tersebut adalah Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) – anak perusahaan PT Pertamina (Persero)
Baca Juga: 89 Proyek Direkomendasikan Jadi PSN, Ini Daftarnya
PT Rekayasa Industri (Rekind) yang tergabung dalam konsorsium bersama JGC IND belum lama ini berhasil mencapai milestone penting proyek, yaitu pengangkatan Heavy Equipment Selexol dan Regenerator Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur dengan total berat 760 Ton.
Pelaksanaan pekerjaan proyek EPC GPF terus berlangsung meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 sehingga kemajuan pekerjaan proyek JTB pada bulan Mei 2020 telah mencapai 64,20% dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2021.
"Dapat berperan besar dalam mengantarkan proyek strategis nasional milik negara untuk mencapai target yang ditentukan meski tim proyek harus berjuang di tengah tantangan wabah Covid-19,” ujar Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).
Baca Juga: 89 Proyek Baru Senilai Rp1.422 Triliun Direkomendasikan Jadi PSN
Selain itu, pelaksanaan proyek PLTU Lombok CFSPP FTP-2 (2 x 50 megawatt) di Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Keterlibatan Rekind bersama Rafako S.A (perusahaan pabrikan Boiler asal Polandia) dipercaya untuk mendukung program kelistrikan nasional 35.000 mw dan secara khusus untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di pulau Lombok, NTB.
Di penghujung tahun 2019, Rekind juga telah menyelesaikan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, berkapasistas 85 mw milik PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).