JAKARTA - Adaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal di sektor transportasi pastinya dihantui tantangan. Terutama dari sisi tarif transportasi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan dan physical distancing pastinya akan berimplikasi pada meningkatnya cost operasional transportasi. Hal ini karena okupansi tidak 100 persen.
Baca juga: Alasan Penghentian Layanan Bus AKAP Diperpanjang
Di satu sisi operator transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodir protokol kesehatan. Namun, di sisi lain pendapatan mereka berkurang akibat okupansi (keterisian penumpang) yang tidak bisa 100%.
“Kenaikan tarif pun tidak serta merta bisa dilakukan karena akan membebankan masyarakat, sehingga perlu adanya solusi apakah Pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan lainnya,” ujar Menhub dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).