World Bank: Dunia Alami Resesi Ekonomi Terburuk Sejak 1870

, Jurnalis
Selasa 09 Juni 2020 11:38 WIB
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Bank Dunia mengatakan, pandemi virus corona menimbulkan guncangan besar pada ekonomi di seluruh dunia. Corona menyebabkan ekonomi dunia mengalami penurunan terbesar sejak 1870 meskipun pemerintah sudah memberi dukungan besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Ekonomi Diprediksi Turun hingga Akhir 2021, Bos The Fed: Penderitaan Besar

Ekonomi dunia diperkirakan menyusut sampai 5,2% tahun ini. Resesi ekonomi ini adalah yang terburuk dalam 80 tahun terakhir. Banyaknya negara yang mengalami keterpurukan ekonomi ini, mengakibatkan skala penurunan ekonomi lebih buruk daripada semua resesi dalam 150 tahun terakhir, kata Bank Dunia dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbarunya.

"Ini adalah proyeksi yang sangat suram dimana krisis tampaknya akan mewariskan kerugian jangka panjang dan menciptakan tantangan global yang besar," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan, dan Kelembagaan Ceyla Pazarbasioglu dilansir dari VOA, Selasa (9/6/2020).

Krisis yang parah akan menyebabkan 70 hingga 100 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan yang ekstrem, lebih buruk dari perkiraan 60 juta sebelumnya, katanya.

Baca juga: Indikator Ekonomi Dunia Bisa Resesi, Simak Fakta-faktanya

Meskipun lembaga pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington memproyeksikan pemulihan pada 2021 namun ada risiko terjadinya gelombang wabah kedua yang bisa mengancam pemulihan dan mengubah krisis ekonomi menjadi krisis keuangan yang mengarah pada "gelombang kegagalan membayar utang."

Para ekonom kesulitan mengukur dampak krisis yang mereka setarakan dengan sebuah bencana alam global, dampaknya sedemikian luas dan terjadi di banyak sektor dan negara sehingga menyulitkan perhitungan dan prediksi pemulihan, tidak pasti.

Berdasarkan skenario terburuk, menurut laporan Bank Dunia ini, resesi global bisa mengakibatkan penyusutan ekonomi sebesar 8%. Namun Pazarbasioglu memperingatkan, "Mengingat ketidakpastian ini, sangat besar kemungkinan akan terjadi penurunan lebih jauh."

Meskipun Pendapatan Bruto China akan naik hanya 1%, Bank Dunia mengatakan prakiraan negara lainnya lebih suram lagi, AS -6,1%, zona euro -9,1%, Jepang -6,1%, Brasil -8%, Meksiko -7,5% dan India - 3,2%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya