Sementara dari sisi aset perseroan tercatat senilai Rp20,36 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 33,71% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat senilai Rp15,22 triliun.
Meskipun mengalami kerugian, namun posisi Direktur Utama dan jajaran Direksi lain masih tetap aman. Adapun posisi Direktur Utama masih diisi oleh Riza Pahlevi Tabrani.
Para pemegang saham hanya mengganti posisi pada Dewan Komisaris. Itupun hanya satu posisi yakni Bambang Sunarwibowo yang diganti oleh Agus Rajani karena digeser ke PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam.
(Fakhri Rezy)