Menurutnya, pada 24 Januari 2020 lalu pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan PLN. Dia bilang pasokan yang tersedia saat ini sebesar 12 megawatt (MW) yang berasal dari pembangkit area proyek.
"Total kapasitas keseluruhan project membutuhkan sekitar 100 MW ini yang sedang disiapkan PLN," kata Risono.
Baca juga: Antam Racik Ulang Strategis Bisnis Akibat Corona
Risono menambahkan sejumlah efisiensi di tengah pandemi covid-19. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi keuangan perusahaan saat ini.
"Kita mencoba melakukan produksi agar tidak berkurang walaupun dampak daripada covid-19 dengan berbagai macam upaya mempertahankan volume produksi," kata Risono.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)