Petani Milenial, Kembangkan Buah Melon Premium di Masa Pandemi

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2020 11:23 WIB
Stevanus Rangga bersama Ganjar Pranowo (Foto: Taufik Budi)
Share :

KUDUS - Pemuda yang satu ini patut dicontoh. Dia berhasil mengembangkan buah melon kualitas premium dengan sistem pertanian modern. Inovasi tersebut tentu bisa menjadi inspirasi di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Adalah Stevanus Rangga Santoso, Founder CV Santoso Agro yang berhasil menanam melon menggunakan inovasi greenhouse tanpa pestisida. Lokasinya berada di di Jalan Lingkar Barat, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Pertanian di dalam greenhouse adalah sistem produksi pertanian yang mengabungkan pemanfaatan perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari, dan iklim mikro. Caranya dengan mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro, sehingga mampu meningkatkan produksi buah.

Baca Juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha

Pria yang disapa Rangga itu menjelaskan konsep pertanian melon tersebut merupakan wujud aplikasi teknologi di pertanian. Dia menanam dengan sistem hidroponik, tanpa tanah supaya tidak mengandung kadar pupuk sama sekali.

"Sehingga 100 persen, hasil yang kita tumbuhkan tergantung dengan komposisi yang kita berikan. Misalnya saya mau awal pertumbuhannya, daunnya mau saya besarkan sekian. Saya kasih pupuk nitrogen sekian PPM (part per million atau seperjuta bagian yang merupakan satuan pada pengukuran nilai kepadatan suatu zat di dalam air)," jelas Rangga, Kamis (2/7/2020).

Hal itu berlaku juga untuk buah yang misal mau dibesarkan seberapa ukurannya, petani tinggal menambah zat lainnya. Artinya, dengan teknologi pertanian ini pihaknya bisa mengontrol. Hal itu berbeda jika penanamannya dilakukan di atas tanah yang berujung pada sulitnya pengontrolan tanaman.

Baca Juga: Apa Sih Bedanya Benih dan Bibit?

Dia menuturkan hasil buah melon yang diharapkan adalah buah kualitas premium karena memiliki pasar bagus. Selain itu sehat untuk dikonsumsi lantaran minim kandungan pestisida. "Yang lagi ditanam ini jenis melon Jepang, melon Eropa, ada melon China, melon Jawa," jelasnya.

Dengan masa panen bervariasi, atau setidaknya 60 hari hingga 80 hari bisa panen. Saat ini untuk hasil panennya pernah dikirim hingga Singapura. "Kualitasnya mereka cocok," ungkap Rangga.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku terpukau dengan inovasi petani muda tersebut. Dia bersama rombongan meninjau tempat penanamannya.

"Kita di sini melihat anak kreatif, si Rangga (Stevanus Rangga) ini. Muda, mau bertani, produknya sangat sale-able (menjual). Dengan teknologi tinggi," kata Ganjar saat di lokasi.

Sosok petani muda ini, menurutnya, amat menginspirasi. Terutama di masa pandemi, di mana ekonomi sedang lesu. Ganjar memuji tindakan Rangga, karena mampu memproduksi produk pertanian berkualitas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya