Alangkah lebih baik, jika budget untuk keperluan pribadi diatur kembali. Sehingga suami juga memiliki kebebasan untuk berbelanja keperluan pribadi.
3. Tim Suami 50-80% untuk keluarga, sisanya disimpan sendiri, sedangkan Istri 100% penghasilannya untuk istri
Dipastikan, suami pasti memberikan uang bulanan untuk istri. Namun, hal yang sebaliknya dilakukan oleh pasangan adalah menyimpan sendiri sisa penghasilan pribadinya. Salah satu alasanya adalah adanya "black-box" keuangan di masa lalu.
Satu sisi, suami masih merasa punya kendali akan kebutuhannya dan beruntunglah jika suami pandai berinvestasi, pasalnya aset keluarga pasti akan bertambah. Namun, jika keadaan komunikasi di keluarga tidak berjalan dengan baik, potensi saling curiga akan timbul, dan jika alokasi penghasilan tidak sesuai, ada potensi istri akan berhutang.
Baca juga: Gaji Cuma Rp4 Juta, Penting Enggak Sih Beli Sepeda?