JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pemerintah masih menyusun skema bantuan finansial maupun non-finansial, bagi sektor perkoperasian yang juga terdampak akibat Covid-19.
"Jadi persiapan ini sudah dilakukan. Kami sedang menghitung berapa angkanya dan diharapkan dalam bulan ini bisa terselesaikan," ujar dia pada telekonferensi, Selasa (7/7/2020).
Baca Juga: Go Digital, 800 Ribu UMKM Ikuti Pelatihan Online
Dia menjelaskan, upaya pemerintah memicu kembali geliat sektor UMKM dan koperasi ini untuk menyelamatkan perekonomian nasional, seluruh kementerian, lembaga, stakeholder.
"Serta segenap elemen masyarakat, bisa saling mendukung agar program-program tersebut bisa berjalan," ungkap dia.
Maka itu, lanjut dia, tujuan dari digagasnya program-program ini, adalah guna mencegah terjadinya PHK dan memacu momentum pertumbuhan ekonomi nasional. "Kita sudah melihat pergerakan-pergerakan itu, dan restrukturisasi pinjaman-pinjaman sudah bisa dirasakan peningkatannya," kata dia.
Baca juga: UMKM Terbukti 'Sakti' Hadapi Krisis 1998 dan 2008, Saat Covid-19 Jadi Pijakan Ekonomi
Dia juga memastikan upaya pemerintah dalam menyusun berbagai stimulus ekonomi dengan sangat hati-hati seperti ini, dilakukan sembari mempertimbangkan aspek governance-nya. Lalu dalam situasi krisis ini membutuhkan realisasi belanja yang cepat dan tepat.
"Kita ingin program ini jalan dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu kami harus melakukan secara terintegrasi, sehingga diharapkan akan mencapai sasaran yang diinginkan," tandas dia.
Sebelumnya, Pemerintah telah meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)