JAKARTA – Setiap memasuki bulan Juli orang tua yang sudah memiliki anak akan dipusingkan dengan pembayaran uang pangkal sekolah atau biaya daftar ulang yang jumlahnya jutaan hingga puluhan juta. Alhasil, apabila keuangan keluarga sedang dilanda krisis, setiap orangtua akan memutar otak agar buah hatinya tetap bisa mengenyam bangku pendidikan.
Salah satu opsi orangtua agar bisa anaknya bisa terus sekolah adalah menual kendaraan seperti motor dan mobil. Namun, sebaiknya langkah itu tak diambil, karena keduanya merupakan alat transportasi untuk menunjang mencari nafkah. Mereka hanya perlu menggunakan dana darurat untuk bisa menutupi kekurangan pembayaran anak sekolah.
Baca Juga: Dear Parents, Siapkan Tabungan untuk Uang Pangkal Sekolah agar Tak Kedodoran
“Jika semua sumber itu tidak diperoleh karena terdampak pandemi, maka bisa menggunakan dana darurat,” kata Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria kepada Okezone, Rabu (8/7/2020).
Menurut dia, memilih menjual kendaraan itu merupakan pilihan terakhir jika dana darurat pun tak mampu menutupi kekurangan pembayaran anak sekolah. Hal itu pun jika mereka memiliki motor atau mobil lebih dari satu.
Baca Juga: Gaji ke-13 Jangan Dihabiskan, Sisihkan untuk Biaya Pendidikan Anak
“Opsi menjual aset seperti motor atau mobil, adalah opsi terakhir karena mungkin itu alat transportasi yang dibutuhkan untuk bekerja/produktivitas,” ujarnya.
Sebagai informasi, pendaftaran jalur tahap akhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta bakal berakhir pada Rabu (8/7/2020) ini. Jalur tahap akhir ini dibuka sejak 7 Juli 2020 pukul 08.00 hingga 8 Juli 2020 pukul 15.00 WIB.
Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik baru (CPDB) yang berdomisili di Jakarta, lulusan tahun 2020 untuk jenjang SMP dan SMA, serta belum diterima pada PPDB jalur sebelumnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)