JAKARTA - Sekitar lima jam setelah mengirim email internal kepada karyawan yang memberitahu mereka untuk menghapus aplikasi video populer TikTok dari ponsel mereka, Amazon meralatnya, menyebut larangan itu sebagai kesalahan.
"Email pagi ini kepada beberapa karyawan kami dikirim karena kesalahan. Tidak ada perubahan pada kebijakan kami saat ini sehubungan dengan TikTok," demikian email yang dikirim Amazon.
Juru bicara Amazon Jaci Anderson, menolak menjawab pertanyaan mengenai kejadian itu.
Email internal yang disebarluaskan secara online yang meminta karyawan menghapus TikTok juga fokus pada isu meningkatnya keprihatinan atas keamanan nasional dan geopolitik, karena milik China. Email tersebut mengutip "risiko keamanan" aplikasi itu. TikTok adalah sebuah aplikasi video yang semakin populer di kalangan anak muda itu,
Baca Juga: Perjalanan Karier Pendiri TikTok, Sukses di Usia Muda dengan Kekayaan Rp226,8 Triliun