Seorang karyawan Amazon yang mengkonfirmasi menerima email tersebut namun tidak berwenang untuk berbicara kepada publik, belum melihat pembatalan larangan itu ketika Amazon meralatnya.
Amazon adalah perusahaan swasta AS terbesar kedua setelah Walmart, dengan lebih dari 840 ribu karyawan di seluruh dunia, dan tindakannya terhadap TikTok akan meningkatkan tekanan pada aplikasi tersebut. Aplikasi itu dilarang pada telepon karyawan militer AS dan perusahaan tersebut akan mendapat peninjauan keamanan nasional karena sejarah mergernya. Menlu AS Mike Pompeo minggu ini mengatakan pemerintah pasti mempertimbangkan untuk melarang aplikasi itu.
Baca Juga: Cerita Bos Zoom yang Masuk Daftar Miliarder Baru Dunia
Raksasa internet China, ByteDance adalah pemilik TikTok, yang dirancang untuk pengguna di luar China; perusahaan itu juga membuat versi Chinanya yang disebut Douyin. Seperti YouTube, TikTok bergantung pada penggunanya untuk konten video yang mengisi aplikasinya. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Minggu (12/7/2020).
Aplikasi ini terkenal karena video-video yang lucu dan konyol serta populer di kalangan anak muda, termasuk jutaan pengguna di Amerika. Tapi aplikasi ini menimbulkan keprihatinan seperti sensor video, termasuk video yang mengecam pemerintah China; ancaman dibagikannya data pengguna pada pejabat China; dan melanggar privasi anak-anak.
(Dani Jumadil Akhir)