Share

Pekerja Protes, Amazon Lebih 'Sayang' Robot Dibanding Manusia

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 320 2752787 pekerja-protes-amazon-lebih-sayang-robot-dibanding-manusia-YECET1FvrD.png Pekerja Amazon Mogok Kerja. (Foto: Okezone.com/BBC)

JAKARTA - Pekerja Amazon melakukan aksi mogok kerja. Selain karena gaji, pekerja Amazon menilai bahwa perusahaanya lebih baik memperlakukan robot dibanding sumber daya manusia (SDM).

Menurut juru bicara pekerja, mereka meminta perusahaan memberikan pembinaan supaya membantu karyawan mencapai target kinerja. Namun seorang pekerja mengungkapkan bahwa kondisi parah, karena perusahaan terus memantau dan mencela pekerja yang dianggap menganggur, padahal waktunya hanya beberapa menit.

Darren Westwood dan Garfield Hilton mengatakan bahwa perjalanan ke toilet dapat menimbulkan pertanyaan dari para manajer.

Baca Juga: Latar Belakang Pendidikan Jeff Bezos, Bos Amazon

"Masalahnya dengan berhenti bekerja adalah mereka ingin tahu alasannya. Jadi jika waktunya melebihi beberapa menit, mereka dapat melihatnya di sistem," ujar Hilton, dilansir dari BBC, Rabu (25/1/2023).

Hilton yang menderita diabetes mengaku butuh waktu hingga 15 menit untuk ke toilet. "Mereka kemudian akan menanyai Anda 'apa yang kamu lakukan?'," ujarnya.

Menurut pekerja, manajer perusahaan melacak kinerja staf dan waktu yang tidak dihabiskan untuk memindai item bertambah.

Baca Juga: Tak Cuma Apple, Kapitalisasi Pasar Amazon Lenyap Rp13 Ribu Triliun

Alih-alih memindai, pekerja mungkin diminta menangani palet.

"Jadi ketika ada masalah dengan palet atau kotak, waktu itu akan bertambah," kata Westwood.

"Secara teknis bisa menambahkan hingga 30 menit. [Manajer] akan turun dan berkata, 'selama hari ini, Anda memiliki waktu menganggur 34 menit. Apa yang Anda lakukan?" ujarnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Seorang Juru Bicara Amazon menjelaskan bahwa kinerja hanya diukur ketika seorang karyawan berada di stasiun mereka dan masuk untuk melakukan pekerjaan mereka.

"Jika seorang karyawan keluar, yang dapat mereka lakukan kapan saja, alat manajemen kinerja dijeda," ujarnya.

Tetapi Westwood dan Hilton mengungkapkan kondisi kerja membebani rekan-rekan mereka, beberapa di antaranya bekerja 60 jam seminggu untuk memenuhi biaya hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini