Adanya dampak pandemi ini membuat industri penerbangan global hancur hingga mengalami kerugian diperkirakan mencapai USD84 miliar. Menurut International Air Transport Association (IATA), sektor industri penerbangan diperkirakan akan pulih kembali pada 2023.
Seperti maskapai Qantas Australia mengkonfirmasikan bahwa mereka tidak akan mulai terbang ke tujuan internasional, kecuali Selandia Baru, hingga Maret 2021.
Tidak hanya itu, Virgin Atlantic, British Airways milik IAG, Easy Jet dan Ryanair telah melakukan 200 pemutusan karyawan dan memangkas sejumlah pemesanan terhadap pesawat baru.
(Dani Jumadil Akhir)