JAKARTA - Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai mulai tertarik untuk menggunakan transaksi digital di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Mereka sudah mengerti bahwa dengan menerapkan pembayaran elektronik akan mengurangi risiko terpapar Covid-19.
Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Handayani mengatakan, hal tersebut ditandai dengan adanya pertumbuhan transaksi digital. Terutama melalui jaringan internet dan mobile banking di tengah pandemi.
Baca juga: Bangun Sistem Super Digital UMKM Indonesia, 8 CEO Startup Digandeng
"Ternyata dengan Covid-19 ini dipercepat. Nasabah UMKM ini lama-lama ke digital. Per Juni 2020 itu mencapai 24 juta nasabah sudah aktif, itu tumbuh dua kali year on year," kata Handayani dalam dikusi virtual, Rabu (15/7/2020).
Dia menyatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan LinkAja. Ia menyebut langkah tersebut akan mempercepat transaksi berbasis digital. Misalnya LinkAja untuk top up uang elektronik berbasis kartu BRI yakni Brizzi.
Baca juga: Daftar Bantuan UMKM agar Tetap Bertahan di Pandemi Covid-19
“Semua di periode Covid-19 mendapatkan respon yang luar biasa. Top up LinkAja di BRI bertumbuh hampir dua kali lipat year on year. Sedangkan dari sisi volumenya tumbuh delapan kali lipat dari sebelumnya," kata dia.
Menurut dia, itu terjadi karena kini mayoritas masyarakat lebih merasa aman dan nyaman dengan pemakaian uang elektronik.
"Kalau dulu orang suka delivery on cash, sekarang lebih nyaman uang elektronik karena uang fisik berbahaya karena bisa menularkan virus,” ujarnya.
(Fakhri Rezy)