JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2020 mencapai Rp257,8 triliun. Besaran tersebut setara 1,57% dari produk domestik bruto (PDB).
Bengkaknya defisit tersebut dikarenakan adanya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan wabah virus Corona atau Covid-19. Covid-19 pun telah memperburuk perekonomian dunia tak terkecuali di Indonesia.
Baca juga: Makin Buruk ke Rp257,8 Triliun, Defisit APBN Semester I-2020 Belum Separah 2016
Defisit proyeksi APBN 2020 juga sangat dipengaruhi oleh Pandemi Covid-19 dan membengkaknya belanja negara. Belanja negara ini didominasi untuk belanja bantuan sosial untuk Pandemi Covid-19.
Mengutip dari Instagram Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7/2020), berikut beberapa rincian capaian pendapatan APBN pada semester 1 pada tahun 2020:
1. Realisasi Pendapatan Negara
Di Semester I-2020, realisasi pendapatan negara sebesar Rp811,2 triliun. Realisasi tersebut baru mencapai 47,72% terhadap target APBN 2020.
Baca juga: Fakta Lambatnya Penyerapan Anggaran Kesehatan yang Buat Jokowi Geram
Adapun pendapatan tersebut berasal dari:
- Penerimaan pajak sebesar Rp 531,71 triliun (44,4% APBN),
- Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp184,5 triliun (62,7% APBN),
- Kepabeanan dan Cukai Rp93,2 triliun (45,3% APBN), dan
- Penerimaan Hibah Rp1,74 triliun (133,8% APBN).
Dampak dari Covid-19 pada pendapatan negara ialah penerimaan perpajakan membaik di bulan Juni, seturut dengan korporasi atau dunia usaha yang perlahan akan bangkit kembali. Selain itu, pendapatan BLU juga menjadi pendorong utama PNBP.