"Nabung dulu aja sekemampuan kita berapa. Paling enggak 10% dari penghasilan bulanannya kemudian paling enggak kalau waktunya udah tiba kita tinggal menutupi kekurangannya," jelasnya.
Mengenai apakah anggaran tersebut harus digabungkan dengan yang lain atau tidak tergantung dari pribadi masing-masing. Jika dirasa tidak terlalu rumit, maka tabungan boleh dipisahkan.
"Kembali lagi ke tiap pribadi. Maksudnya gini. Mereka tahu butuh dananya Rp100 juta itu tiga tahun lagi. Taruhlah dengan mereka baru mulai kerja gajinya UMR berarti sekitar Rp4 jutaan. Wah misalnya nabung Rp2 juta itu 50% dari penghasilan mereka. Konsekuensinya kalau diturunin tidak apa-apa dijalanin dengan catatan mereka harus tau konsekuensinya kalau semakin rendah jumlah yang ditabung waktu yang dibutuhkan makin lama lagi. Atau kalau mau lebih cepat ya disesuaikan dengan yang harus ditabung berapa banyak nih. Ada konsekuensinya," jelasnya.
(Feby Novalius)