Meningkatnya kebutuhan akan layanan perawatan kesehatan jarak jauh juga telah menyebabkan pelonggaran peraturan, yang secara tradisional mencegah adopsi telemedicine di beberapa pasar.
Schildt mengatakan dia berharap langkah itu dapat membantu membuat perawatan kesehatan digital lebih mudah diakses. Pada bulan April, perusahaan meluncurkan Livi Connect, layanan dasar gratis, kepada pengguna di AS.
2. Teknologi untuk Memprediksi Gejala Covid-19
Evolusi medtech baru-baru ini juga telah membuat gelombang perangkat yang bisa dipakai untuk mengetahui data kesehatannya sendiri. Misalnya lewat arloji, maupun cincin atau perangkat teknologi lainnya.
Nantinya alat tersebut dapat mengetahui detak jantung, suhu tubuh dan pola tidur. Nantinya hal ini bisa menjadi gambaran dari kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Tetapi selama pandemi, beberapa juga membantu mengidentifikasi gejala awal Covid-19.Salah satunya pelacak kesehatan pintar Finlandia Oura.
Baca juga: Cegah Kebakaran akibat Tabung Gas Bocor saat Bisnis Makanan, Begini Caranya!
Sebelumnya cincin titanium Oura telah berhasil memprediksi musim flu, namun CEO Harpreet Singh Rai mengatakan perusahaan pertama kali diperingatkan tentang kemampuan virus corona oleh pengguna. Ketika itu, pria tersebut baru saja melakukan perjalanan bermain ski pada awal maret.
"Dia menggambarkan dirinya sebagai tanpa gejala, yang menurutnya membuat virus ini sangat berbahaya. (Dia) memberi tahu orang-orang tentang pengalamannya dengan Oura dan melihat perubahan data yang sangat berarti yang membuatnya mengerti bahwa dia mungkin sakit," kata Singh Rai.
Mengingat penemuan itu, perusahaan sekarang menemukan cara untuk menggunakan data itu untuk membantu mendeteksi kasus di antara pekerja garis depan dan pengguna umum. Itu juga termasuk bermitra dengan atlet untuk mendapatkan kalender olahraga kembali secara normal.
Menurut Singh Rai, NBA membeli lebih dari 1.000 cincin pada bulan Juni, yang harganya masing-masing mencapai USD300. Sebab direncanakan NBA akan kembali dimulai pada akhir bulan.
"Kami bekerja sangat, sangat keras dengan NBA dan NBPA, yang pada dasarnya adalah persatuan mereka, untuk memastikan bahwa para pemain merasa aman tentang data mereka.(Jadi) tim kami datang dengan gagasan tentang skor risiko ini. Jika seseorang benar-benar terangkat pada skor risiko, mereka akan memanggil dokter tim medis dan mereka menyarankan agar tes kedua dilakukan untuk Covid,” kata Singh Rai.