JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar perusahaan plat merah mampu berkiprah di pasar internasional. Dia menilai pemasaran produk BUMN ke pasar internasional perlu digenjot agar Indonesia tidak melulu menjadi target pasar tapi harus menjadi produsen bagi pasar global.
Untuk mewujudkan misi itu, Kementerian BUMN meneken penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama diplomasi ekonomi untuk mendukung BUMN go global.
Baca Juga: 7 Fakta Vaksin Corona Made in China yang Bisa Saja Gagal
Meski begitu, sebelum Erick menyampaikan secara terbuka kepada publik terkait rencana BUMN go global, tercatat ada sejumlah perusahaan plat merah yang sudah memiliki jaringan operasional di luar negeri, dari BUMN konstruksi hingga informasi dan komunikasi. Berikut tiga BUMN yang sudah sudah go global.
Kimia Farma
Kimia Farma Dawaa, anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau cuci dari BUMN yang saat ini mengembangkan bisnisnya di Arab Saudi. Saat ini Kimia Farma Dawaa sudah memiliki 19 apotek di beberapa wilayah negara tersebut.
Baca Juga: Bio Farma: Vaksin Sinovac Bukan Obat Corona!
Deputi GM Kimia Farma Dawaa, Ida Rasita mengatakan, sejumlah apotek itu tersebar di Madinah, Makkah, Jeddah dan Thaif. Di mana, target pasar yang di tujuh adalah para peziarah, haji, umroh, dan pasar Arab Saudi.
"Daerah-daerah ini merupakan daerah yang selalu didatangi oleh para peziarah umroh dan haji sepanjang tahun. Di daerah-daerah inilah, sumber keuntungan sangat banyak berputar," ujar Ida Rasita dalam diskusi virtual, dikutip pada Minggu (26/7/2020).