JAKARTA - Perusahaan-perusahaan di sektor farmasi yang terdaftar di bursa kompak melemah pada hari ini. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi top lossers.
Padahal, emiten-emiten tersebut sedang menguji vaksin virus corona buatan perusahaan China, Sinovac Biotech yang akan dijual di Indonesia. Harusnya menjadi angin segar bagi emiten-emiten di sektor farmasi.
Baca juga: Vaksin dari China Datang ke Indonesia, Saham Indofarma dan Sektor Farmasi Langsung Cuan!
Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma untuk melakukan uji coba tahap III, untuk melihat tingkat keampuhannya. Adapun PT Biofarma merupakan holding BUMN Farmasi, di mana juga terdapat PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).
Dari pantauan Okezone, Jakarta, Selasa (28/7/2020), saham PT Indofarma Tbk (INAF) mengalami kejatuhan di sesi I perdagangan. Saham INAF turun Rp170 atau 7% ke Rp2.260.
Sementara itu, saham KAEF turun Rp170 atau 6,7% ke Rp2.380. Kedua saham tersebut menjadi top lossers dengan masing-masing posisi, yaitu INAF di peringkat ketiga, sedangkan saham KAEF di peringkat ke empat.
Baca juga: IHSG Meroket 1,1% di 5.102, Saham Indofarma dan Kimia Farma Naik 24%
Selain dua BUMN tersebut, berikut emiten-emiten di sektor farmasi lainnya:
1. Saham DVLA turun Rp30 atau 1,4% ke Rp2.190,
2. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun Rp25 atau 1,6% ke Rp1.525,
3. Saham PT Merck Tbk (MERK) turun Rp140 atau 3,7% ke Rp3.600,
4. Saham PT Phapros Tbk (PEHA) turun Rp115 atau 6,9% ke Rp1.540,