JAKARTA - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, BUMN jasa keuangan non bank turut terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Sektor tersebut terkena dampak moderat karena sisi bisnis keuangan terasa dari pembayaran kredit.
Pria yang akrab disapa Tiko ini menyebut, di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat yang meminjam dana dari perbankan baik untuk usaha produktif maupun konsumtif mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran utangnya.
Baca Juga: Menko Luhut Ancam Ganti Bos BUMN yang Main-Main dengan TKDN
"Sehingga berdampak ke NPL dan pencadangan," ujar Tiko dalam Webinar 'Peran Perbankan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional', Rabu (29/7/2020).
Baca Juga: Jokowi Sindir BUMN soal TKDN, Begini Pembelaan Bos Pertamina hingga PLN
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri menambahkan, pandemi juga membuat perbankan mengalami reformasi yang cukup drastis, karena jika dahulu 70%-80% transaksi ada di cabang, saat ini terjadi akselerasi dari peralihan fungsi cabang dan akhirnya masyarakat memilih digital platform, mobile banking, internet banking, dan sebagainya.
"Sehingga ini suatu hal positif karena akselerasi daripada adopsi digital di masa Covid ini juga diharapkan dalam jangka menengah bisa meningkatkan efisiensi dan penetrasi perbankan," ucapnya.
(Feby Novalius)