JAKARTA - Gojek terus memberi kemudahan UMKM untuk migrasi dari offline ke ranah online. Sejak Maret 2020 tercatat sebanyak 40% UMKM telah disurvei dan baru bergabung di GoFood saat pandemi Covid-19, yang mana 94% UMKM berskala mikro dan 43% adalah bisnis pemula. Hal ini membuat para Mitra UMKM Gojek merasa bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Mitra menganggap solusi teknologi dan non-teknologi dari Gojek sangat membantu kelangsungan usaha mereka. Hal tersebut dirasakan oleh Mitra UMKM GoFood yang mendapatkan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri dan periode promosi. Sementara Mitra UMKM social seller pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur Layanan GoSend dalam Kota dan Layanan GoSend Antar-Kota. Sedangkan, Mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur Penerimaan Pembayaran Non-tunai dan Aplikasi GoBiz.
Dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM yang bergabung di ekosistem Gojek mendapatkan keterampilan dan pengetahuan baru, seperti skill berjualan online, pemanfaatan media sosial untuk bisnis, dan kreativitas dalam pemasaran. Dengan mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tersebut 90% UMKM cenderung optimis bisa pulih dan tumbuh kedepannya menjadi Mitra UMKM Gojek.
Mitra UMKM Gojek menganggap mereka dapat beradaptasi di tengah pandemi karena berada di ekosistem Gojek, diantaranya 92% Mitra UMKM GoFood, 97% Mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% Mitra UMKM GoPay.
Alfindra Primaldhi, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang telah dilakukannya menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi. Kondisi pandemi ini menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis.