JAKARTA - Saat ini banyak orang awam minat dalam memulai bisnis, namun ragu untuk memulainya karena merasa masih bingung mencari cara yang tepat untuk memulai atau masih takut atas bayangan kegagalan.
Seperti dikutip dari buku " A to Z Sukses Bisnis Rumahan" oleh Hiqmad Muhaman, Jakarta, Jumat (7/8/2020), jika hanya menunggu peluang datang begitu saja, sampai kapan pun tidak akan bisa maju. Perlu diketahui, sebenarnya peluang itu tidak selalu datang dengan sendirinya. Sebuah peluang datang ketika diri sendiri berusaha mencari dan menciptakannya.
Baca Juga: Bisnis Jajanan Pasar, Jaga Pasokan dan Kebersihan Biar Laris
Berikut beberapa cara untuk menciptakan peluang bisnis. Pertama, ciptakan peluang bisnis dari problem yang dihadapi lingkungan sekitar. Dengan begitu, dapat memperoleh peluang atau ide bisnis untuk memberikan solusi bagi mereka.
Kedua, ciptakan peluang bisnis yang dapat menggeser para pesaing, melengkapi kekurangan produk yang ada di pasaran, dan mampu mengungguli market leader yang sudah ada. Selanjutnya ketiga, setelah mendapatkan beberapa ide atau peluang bisnis, buat daftar peluang tersebut. Pilih tiga peluang bisnis yang paling berpotensi untuk diciptakan.
Keempat, tuliskan peluang-peluang tersebut beserta target waktu yang ditetapkan pada sebuah kertas besar. Bila perlu, pasang kertas tersebut di tempat-tempat yang sering digunakan sehingga dapat selalu membacanya. Tambahkan visi dan kata-kata lain yang dapat memotivasi.
Kelima, mulailah mengambil keputusan peluang mana yang dapat ditekuni terlebih dulu, kemudian mulailah bergerak untuk mencari segala informasi yang berhubungan dengan peluang bisnis tersebut.
Keenam, jangan pernah takut untuk mencoba. Hilangkan rasa ragu dan takut yang ada. Kedua faktor itu hanya akan menghambat kesuksesan.
Terakhir ketujuh, mulailah menciptakan kesuksesan dari usaha kecil terlebih dulu. Dengan kesuksesan kecil, rasa percaya diri akan meningkat dan mengurangi rasa takut yang ada. Selanjutnya, dapat berkreasi dan berinovasi untuk mengembangkan bisnis.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)