JAKARTA - Indonesia dinilai sudah saatnya mendorong perdagangan internasional berbasis nilai tambah. Pasalnya, tren perdagangan ekonomi di dunia itu memiliki rantai nilai tambah yang panjang.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian mengatakan, Indonesia masih mengandalkan ekspor komoditi. Maka dari itu perlu adanya nilai tambah.
Baca juga: Mantul! Jamu Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi
"Ekspor Indonesia itu sebagian besarnya mengandalkan berbasis komoditi, yang tidak mempunyai nilai tambah seperti batu bara," kata Dzulfian dalam diskusi secara virtual, Rabu (12/8/2020)