Koperasi Diminta Masuk ke Sektor Kelautan hingga Sawit

Michelle Natalia, Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2020 12:23 WIB
Sawit (Okezone)
Share :

JAKARTA - Koperasi di Indonesia dinilai belum bergerak di sektor riil. Pasalnya, koperasi simpan pinjam masih dominan di Indonesia.

Hal ini sangat disayangkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki. Dari jenis usaha yang dijalankan koperasi Indonesia, koperasi simpan pinjam (KSP) masih menjadi jenis dominan, dengan angka unit usaha simpan pinjam sebesar 59,9%.

 Baca juga: Menteri Teten: Koperasi Jalan seperti Andong, Korporasi Layaknya Kereta Cepat

"Di sini berarti sektor riil belum menjadi pilihan. Padahal sektor ini sangat penting ke depannya," ujar Teten dalam webinar bertema "Masihkah Koperasi Menjadi Andalan?" yang diselenggarakan oleh Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) dan Inke Maris & Associates di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Untuk itu, pihak Kemenkop UKM ingin mendorong koperasi untuk bergerak di sektor riil (produksi). "Koperasi harus masuk ke sektor-sektor kita yang memiliki keunggulan domestik. Koperasi harus bisa memperkuat sektor produktif dan unggulan, banyak potensi di sektor pertanian, kelautan, bahkan komoditas," lanjut Teten.

 Baca juga: Banyak 'Harta Karun' di Laut, Koperasi Nelayan Akan Diperkuat

Dalam sektor kelautan, Indonesia, menurut dia, bisa dikatakan 100% bahan bakunya lengkap. Di sektor komoditas, Indonesia juga tidak kalah dengan potensi besar dalam komoditas kelapa sawit, kakao, dan kopi.

"Untuk itu, kami ingin koperasi masuk ke sektor-sektor itu. Sehingga, koperasi juga menjadi perpanjangan rantai produksi dari para petani, nelayan, atau peternak, hingga pengrajin untuk terhubung ke market yang lebih besar," pungkas Teten.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya