JAKARTA - Pemerintah akan segera merealisasi program penyaluran uang tunai bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adapun, jumlah anggaran program yang merupakan percepatan program PEN ini mencapai Rp2,8 triliun.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus berpendapat, pemberian bantuan pendanaan atau modal kerja kepada pelaku UMKM dari pemerintah dirasa belum cukup. Para pelaku usaha harus juga diberikan kepastian pasar setelah melakukan produksi dan strategi produksi.
Baca Juga: Menko Airlangga Prediksi Ekonomi RI Minus 1% di Kuartal III, Jadi Resesi Nih?
"Ke depan soal kepastian pasar, setelah mereka produksi mereka tidak bingung lagi mencari pasar. Kemudian, dalam hal strategi produksi juga harus memilah-milah kira-kira produk apa yang saat ini permintaannya sedang tinggi di pasaran, tentu perlu ada penyesuaian," ujar Ahmad dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (13/8/2020).
Terkait perlunya dua hal di atas, Ahmad menilai hal itu harus dipikirkan, karena jika UMKM memproduksi barang-barang yang di saat pandemi Covid-19 tidak terlalu banyak permintaannya tentu pelaku UMKM akan mendapatkan dampak yang negatif.